Tampilkan postingan dengan label Baby. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Baby. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 Agustus 2017

Bayi Sudah Mulai Merangkak? Lakukan Ini demi Melindungi Lututnya Agar Tidak Kering dan Menghitam

Saat bayi sudah mencapai usia 7 hingga 10 bulan, mereka cenderung mulai belajar merangkak. Pada usia ini, bayi akan sangat bersemangat untuk bergerak menjelajahi rumah dan bahkan terkadang bisa sampai keluar rumah. Kerapnya bayi bergerak dengan menggunakan lututnya ini membuat lututnya lebih beresiko menjadi kering atau bahkan menghitam.




Pakar kesehatan menyebutkan bahwa penyebab dari lutut yang kering dan menghitam saat sudah mulai belajar merangkak adalah karena gesekan dan tekanan pada lutut saat bergerak merangkak, apalagi jika permukaan tempat merangkak cukup keras dan kasar. Yang menjadi masalah adalah, lutut yang menghitam ini bisa saja bertahan hingga anak tumbuh besar sehingga tentu akan mengganggu penampilannya. Apakah ada cara agar lutut bayi tidak menghitam saat mulai belajar merangkak?

Memakaikan celana panjang
Pakar kesehatan menyarankan orang tua untuk memakaikan celana panjang dari bahan katun agar lutut bayi lebih terlindungi saat mereka merangkak. Dengan memakai bahan katun yang cenderung lentur, anak juga tidak akan mudah terpeleset sehingga resiko untuk terkena cedera juga kecil. Hal ini berbeda jika anak memakai celana dengan bahan sintetis seperti nylon atau polyesteryang cenderung lebih kasar dan bisa menyebabkan iritasi pada lutut anak.

Mementangkan karpet atau selimut di lantai

Kita bisa membentangkan karpet atau selimut pada tempat anak kerap merangkak seperti di ruang keluarga atau kamar tidur. Dengan adanya selimut atau karpet ini, maka lutut anak akan lebih terlindungi dari gesekan atau tekanan saat merangkak sehingga tidak akan mudah terkena iritasi.

Selalu memperhatikan dimana bayi merangkak

Pastikan bahwa bayi tidak merangkak di permukaan yang keras seperti tanah, kerikil, atau permukaan semen. Permukaan yang keras dan kasar ini dikhawatirkan bisa melukai permukaan tangan dan lutut. Hanya saja, bayi masih diperbolehkan untuk merangkak di permukaan rumput yang bersih.


Senin, 07 Agustus 2017

Apa sesungguhnya manfaat tidur siang? bagi Anak yang bunda harus ketahui

Setelah beraktivitas pada siang hari, umumnya orangtua menerapkan aturan tidur siang pada anak. Apa sesungguhnya manfaat tidur siang?

Bukan rahasia lagi bahwa tidur siang menyimpan segudang manfaat bagi anak. Namun, terlalu banyak tidur siang juga tidak baik, lho!

Lamanya tidur yang dibutuhkan oleh anak dipengaruhi berbagai faktor. Terutama faktor usia. Secara umum, semakin muda usia anak maka lama tidurnya akan lebih panjang.






Bayi yang berusia di bawah sebulan membutuhkan 15–16 jam tidur dalam sehari. Pada usia ini, tidak ada pola tidur yang tetap, dan tidak dipengaruhi oleh malam atau siang hari.

Pada usia satu bulan hingga satu tahun, bayi membutuhkan tidur selama 14–15 jam sehari. Pola tidur mulai terbentuk di usia ini dan biasanya bayi tidur lebih lama pada malam hari.

Pada usia satu hingga tiga tahun, anak membutuhkan 12–14 jam tidur dalam sehari. Lamanya tidur akan berangsur-angsur berkurang hingga usia dua belas hingga delapan belas tahun (rata-rata anak akan tidur 8–9 jam sehari).

Kebanyakan, anak berusia di bawah lima tahun masih memiliki jadwal tidur siang yang rutin, sedangkan anak di atas lima tahun tidak selalu membutuhkan tidur siang.

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan
 
Tidur siang bermanfaat untuk memberikan waktu istirahat yang cukup bagi anak sesuai usianya. Namun, tidak ada peraturan yang secara umum dapat diterapkan terkait waktu tidur siang yang baik.

Hal yang harus diperhatikan adalah, apakah lama tidur anak dalam sehari telah tercukupi.

Sebagai contoh, beberapa anak berusia enam tahun dapat memenuhi kebutuhan tidurnya selama 12 jam pada malam hari, tetapi beberapa anak enam tahun lainnya mungkin hanya tidur 10 jam pada malam hari sehingga membutuhkan dua jam tidur pada siang hari.

Untuk menilai apakah kebutuhan tidur anak telah tercukupi, maka beberapa pertanyaan dapat membantu.

Cobalah mengevaluasi kondisi-kondisi berikut: Apakah anak tampak mengantuk pada siang hari, apakah anak tampak rewel pada sore hari, apakah anak sulit dibangunkan pada pagi hari, atau apakah anak mengalami gangguan dalam memusatkan perhatian di sekolah.

Bila anak mengalami masalah-masalah tersebut, mungkin kebutuhan tidurnya belum tercukupi.

Jadi, kebutuhan tidur anak bervariasi sesuai usianya. Secara umum, anak yang berusia di atas lima tahun tidak membutuhkan tidur siang lagi. Namun, bila kebutuhan tidur anak tidak terpenuhi pada malam hari, tidur siang dapat membantu untuk mencukupinya.


Baca Ini Sebelum Membeli Car Seat untuk Anak

Car seat merupakan sebuah kursi khusus yang dapat membantu anak duduk lebih nyaman di dalam mobil

Car seat merupakan sebuah kursi khusus yang dapat membantu anak duduk lebih nyaman di dalam mobil. Meski terkesan baik, ternyata ada beberapa faktor yang membuat penggunaan car seat justru membahayakan anak.

Seperti dikutip liputan6.com, berikut hal yang perlu Anda perhatikan sebelum memutuskan untuk membeli car seat:





    Pengaman pada Car Seat


    Sebuah penelitian menunjukkan bahwa 95% orangtua meletakkan anaknya yang baru lahir di car seat saat pulang dari rumah sakit. Sayangnya hal tersebut tidak dibarengi dengan pengetahuan dan kemampuan menyetel pengaman car seat yang benar.

    "Kesalahan terbesar adalah membiarkan tali pengikat terlalu longgar. Kesalahan besar lainnya adalah membiarkan klip dada tidak terkunci rapat atau meletakkannya terlalu rendah," kata profesor pediatri di Oregon Health & Science University dan Certified Child Passenger Safety Technician (CPS), Ben Hoffman, MD.

    Menurut Hoffman, pengaman car seat harusnya berada di dekat pangkal ketiak bayi. Dengan begini, tali pengaman akan menyangga bayi dengan sempurna.

    Fungsi Utama Car Seat


    Tidak masalah bila Anda ingin menggunakan car seat warisan. Namun, pastikan car seat tersebut masih berfungsi 100%, masih memiliki bagian utuh, dan tidak rusak.

    “Asalkan (car seat) belum rusak dan masih memiliki semua bagian aslinya,” kata Hoffman.
    Menggunakan car seat bekas, berarti Anda harus mengetahui dengan pasti siapa pengguna sebelumnya dari kursi tersebut.

    Umur Car Seat


    Sebagian besar car seat hanya memiliki umur 6 tahun. Artinya Anda tak boleh menggunakan kembali car seat yang telah tersimpan di gudang selama lebih dari 6 tahun. Anda bisa melihat dan mengetahui umur car seat dari stiker yang berisi tanggal pembuatan.

    "Anda harus bisa menemukan tanggal pada stiker di kursi (car seat), dan pastikan bahan termasuk jok di kursi (car seat) masih layak, aman, dan nyaman digunakan," kata Hoffman.

Pastikan Anda memilih car seat yang tepat, agar perjalanan bersama anak lebih aman dan menyenangkan. Jangan lupa untuk memeriksa kembali tali pengaman pada car seat sebelum tancap gas, ya!

Rabu, 19 Juli 2017

Obat Alami Ini Bisa Mengatasi Puting yang Lecet Saat Menyusui

ASI adalah susu terbaik yang bisa diberikan pada sang buah hati. Dengan memberikan ASI eksklusif bagi bayi, maka mereka pun akan mendapatkan nutrisi yang akan mendukung kesehatan hingga perkembangan fisik dan mental bayi dengan maksimal. Hingga saat ini, belum ada susu lain yang mampu mengalahkan kebaikan dari ASI ini.




Melihat adanya fakta ini, kini semakin banyak ibu yang memberikan ASI Eksklusif bagi buah hatinya. Sayangnya, cukup banyak ibu yang menderita saat memberikan ASI ini karena putingnya lecet-lecet akibat dari kurang tepatnya cara menyusui ibu atau anak yang memang sedang ingin menggigit atau menarik puting payudara ibunya. Mengingat puting bisa terasa sakit akibat dari adanya lecet-lecet ini, ada baiknya ibu segera menggunakan obat alami ini untuk mengatasinya.

Tak disangka, obat alami yang bisa digunakan untuk mengatasi masalah puting lecet pada ibu menyusui ternyata adalah ASI itu sendiri. Kita hanya perlu mengoleskan beberapa tetes ASI pada puting yang terkena lecet tersebut dan kemudian membiarkannya hingga mengering. Kandungan yang ada di dalam ASI ternyata memang mampu meredakan lecet-lecet tersebut.

Tak hanya menggunakan ASI, pakar kesehatan juga menyarankan kita untuk mengompres puting payudara yang lecet dengan kantung teh yang masih hangat. Hal ini ternyata mampu meredakan rasa nyeri pada puting dan mencegah luka lain agar tidak muncul saat menyusui.

Demi mencegah datangnya kembali lecet-lecet saat menyusui, ada baiknya ibu mulai menata kembali posisi menyusuinya dengan benar agar bayi terasa nyaman dan tidak akan menggigit atau menghisap puting ibunya dengan terlalu keras. Tak hanya itu, pastikan untuk rutin memberikan ASI karena jika bayi sampai kelaparan, maka hisapannya akan menjadi terlalu keras dan membuat puting muda lecet.

Selasa, 20 Juni 2017

Ingin Segera dapat Buah Hati..Yuk Baca Tips-tips Untuk Dapat Hamil secara Cepat

Anak merupakan hal yang paling ditunggu bagi pasangan yang telah menikah. Banyak cara yang dilakukan pasangan suami istri untuk segera mendapatkan keturunan. Namun beberapa hal-hal mendasar untuk memperoleh keturunan kadang kurang diperhatikan secara baik. Terlebih lagi bagi orang-orang yang telah mengalami keguguran sebelumnya, hamil merupakan hal paling prioritas dan harus diusahakan dengan sungguh-sungguh. Hal yang paling mendasar yang perlu diperhatikan setiap pasangan adalah waktu ovulasi bagi wanita.




Hari ovulasi wanita adalah 14 sampai 16 hari sebelum stat siklus berikutnya. Sebuah periode reguler 28 hari berarti ovulasi yang terjadi pada hari 14. Pada periode yang tidak teratur adalah sedikit lebih sulit tetapi aturan umum 14 sampai 16 hari sebelum dimulainya periode diantisipasi atau diharapkan berikutnya akan membantu kesempatan untuk hamil dalam satu atau dua siklus. Melakukan hubungan setiap hari dari waktu ovulasi mulai berkembang akan membantu kesempatan untuk hamil dengan cepat pada hari 8 sampai 12 dari akhir siklus menstruasi. Telur tidak memiliki hidup yang panjang dan hilang dalam waktu kurang dari satu hari. Waktu menjadi sangat penting dengan siklus teratur dan hanya dibutuhkan sedikit usaha yang lebih keras jika Anda memiliki siklus yang tidak teratur.

Bagi kaum pria, melakukan hubungan sesering mungkin, bisa mempengaruhi kekuatan dan jumlah sperma Anda. Jika ini menurun kemungkinan pembuahan ovum dapat berkurang. Ahli kesuburan setuju bahwa untuk mencapai peluang terbaik, hubungan seksual antara seorang pria dan seorang wanita harus terjadi dengan nyaman dua kali seminggu. Telur wanita dapat hilang dengan cepat dibandingkan dengan sperma laki-laki yang bertahan selama beberapa hari. Pengetahuan ini tentunya berguna untuk diskusi kalender ovulasi dan membuat waktu kehamilan dan melakukan hubungan yang lebih penting. Beberapa hari sebelum ovulasi dapat meningkatkan peluang kehamilan. Setelah semua, dari semua sperma memasuki saluran vagina kita hanya perlu satu dari mereka untuk menembus sel telur dan membuahinya.

Pedoman ini dapat sangat meningkatkan peluang untuk dapat segera hamil. Namun ada hal-hal khusus apabila salah satu atau kedua pasangan sedang mengidap penyakit seperti kista, tumor pada wanita ataupun impotensi pada pria. Jika ada masalah ini terjadi maka yang harus dilakukan adalah mengobati penyakit dasar terlebih dahulu baru dapat menjalankan program bersama pasangan. Penyakit infeksi pada genital juga akan mempengaruhi seseorang dalam memiliki keturunan karena apabila sedang mengidap infeksi maka disarankan tidak boleh untuk berhubungan hingga penyakitnya sembuh.

Pendekatan secara holistik seperti olahraga, perubahan gaya hidup sehat, menyesuaikan diri dengan diet yang lebih seimbang, akupunktur dan penggunaan herbal telah membangun track record mengalahkan banyak pendekatan yang lebih konvensional dalam membantu Anda hamil. Mendapatkan waktu hamil yang tepat dan cepat dapat menjadi bagian dari kisah sukses setiap pasangan yang akan menjadi cerita tersendiri nantinya.

Senin, 19 Juni 2017

Ini Dia Cara Paling Efektif Untuk Menenangkan Bayi yang Sedang Menangis,,Share ya Infonya Semoga Bermanfaat Untuk Orang Lain

Cukup banyak orang tua yang kebingungan saat menemukan bayinya menangis. Jika tangisan bayi ini tak kunjung mereda, orangtua bahkan bisa menjadi panik. Sebenarnya apakah ada ada cara yang bisa kita lakukan untuk menenangkan tangisan bayi dengan efektif?




Menyelimuti bayi
Pakar kesehatan menyebutkan jika hal pertama yang bisa kita lakukan untuk menenangkan bayi yang sedang menangis adalah dengan membuat bayi merasa aman dan nyaman. Salah satu cara tersebut adalah dengan menyelimutinya atau membedongnya. Hanya saja, ada baiknya kita tidak membedongnya dengan terlalu kencang karena akan membuatnya tidak nyaman. Setelah diselimuti, cobalah untuk menggendong atau mengayun-ayunkannya.

Mengayun tubuh bayi

Jika tangisan bayi sudah sangat kencang dan rewel sehingga kita tidak sempat menyelimutinya, ada baiknya kita langsung mengangkat bayi dan mengayun-ayunkan tubuhnya secara perlahan. Bawalah bayi ke ruang terbuka sehingga bayi bisa merasakan semilir angin yang sejuk. Hal ini ternyata bisa membuat bayi menjadi lebih nyaman dan tenang sehingga menghentikan tangisannya.

Mengajaknya ke luar rumah
Kadangkala bayi menangis karena merasa bosan dengan kondisi di dalam kamar atau rumah. Cobalah untuk membawanya keluar rumah agar bisa mendapatkan suasana baru dan udara segar yang bisa membuat tangisannya mereda. Pakar kesehatan sendiri menyarankan kita untuk rutin membawa bayi keluar rumah dan berjalan-jalan karena bisa membuatnya tidak bosan sekaligus membuatnya lebih sehat.

Mendengarkan white noise

Tahukah anda jika saat di dalam kandungan, bayi bisa mendengarkan berbagai suara yang berasal dari luar perut ibu. Suara-suara ini dalam dunia medis disebut sebagai white noise yang bising layaknya suara vacuum cleaner atau dari hair dryer. Dengan memperdengarkan suara yang cenderung bising pada telinga bayi ini, maka bayi pun merasa nyaman layaknya saat masih berada dalam kandungan sehingga bisa membuat mereka tidak lagi menangis.

Minggu, 11 Juni 2017

ANAK SAKIT JANGAN BINGUNG,,Baca 10 Tips Mengatasi Anak Sakit di Rumah

Bagi para orang tua, tidak ada yang lebih meresahkan daripada melihat anak mereka yang sedang sakit. Jangan panik. Percayalah pada insting sebagai orang tua. Tetapi tetaplah waspada jika sewaktu-waktu memerlukan bantuan tenaga kesehatan. Beberapa tanda bahaya pada anak antara lain: nafsu makan menurun, rewel, lemah, sesak napas, ruam, kaku leher, kejang, demam tinggi, dan buang air kecil sedikit.




Berikut ini adalah 10 gejala penyakit yang paling sering ditemukan pada anak serta tindakan yang bisa dilakukan di rumah.

Mual dan muntah


Bayi sering muntah setelah makan, tetapi muntah yang berat atau terus-menerus memerlukan evaluasi oleh dokter. Muntah yang disertai diare menandai infeksi virus. Kehiilangan cairan tubuh akibat muntah dapat menyebabkan dehidrasi. Oleh karena itu, pastikan kebutuhan cairan anak tercukupi dengan memberikan minum sedikit demi sedikit dengan frekuensi pemberian yang lebih sering dari biasanya. Jika muntah tidak berhenti dalam beberapa jam atau disertai dengan demam (terutama pada bayi kecil) atau anak tidak mau minum, segera hubungi dokter.

Hidung tersumbat


Jika anak sedang flu, mereka biasanya mengeluh hidung tersumbat. Jangan memberikan obat flu yang dijual bebas di pasaran pada anak di bawah usia 4 tahun. Dapat dicoba meneteskan larutan saline (dijual di apotek) ke dalam hidung anak untuk mengencerkan lendir kemudian dihisap dengan aspirator/bulb syringe (juga dijual di apotek). Dapat juga menggunakan alat penguap/vaporizer untuk membantu anak bernapas saat malam.

Kembung


Bersendawa, menangis, dan buang angin dapat menjadi tanda perut kembung. Perut kembung tidak sama dengan nyeri perut, yang bisa membuat anak menangis dan tidak bisa ditenangkan. Karena gas perut biasanya berasal dari udara yang tertelan, cobalah untuk memberi makan pada anak secara perlahan-lahan dan membiarkan anak bersendawa di sela-sela makan. Gas dalam perut juga bisa berasal dari makanan yang tinggi serat atau tinggi lemak, atau bisa juga karena minum jus terlalu banyak.

Nyeri saat gigi tumbuh


Pada sekitar usia enam bulan, gigi pertama anak akan mulai tampak di gusinya. Nyeri pada gusi saat gigi tumbuh ini dapat membuat anak rewel. Nyeri dapat diredakan dengan memberikan anak sesuatu yang bisa dikunyah. Memijat gusi anak dengan jari juga bisa membantu.

Nyeri perut


Menangis yang tidak bisa ditenangkan, punggung melengkung ke belakang, dan muntah merupakan gejala gangguan pencernaan. Hal ini bisa disebabkan oleh kolik, refluks gastroesofageal, intoleransi, virus, atau penyebab lain. Sebagian besar nyeri perut ini tidak berbahaya dan bisa hilang sendiri. Jika tidak membaik, atai anak muntah, diare, lemah, atau demam, segera hubungi dokter.

Batuk

Batuk pada bayi dapat bervariasi. Batuk menyalak seperti anjing laut dapat disebabkan oleh penyakit croup. Batuk dengan demam yang tidak terlalu tinggi biasanya karena flu, tetapi jika demamnya tinggi, bisa pneumonia atau masih bisa juga karena flu. Batuk disertai suara napas mengi (wheezing) menandai asma atau infeksi. Bayi dengan pertusis akan mengalami batuk rejan (whooping cough). Cool-mist humidifier dapat meredakan gejala batuk. Jangan memberikan obat batuk yang dijual bebas di pasaran pada anak di bawah usia 4 tahun.

Ruam


Bayi memiliki kulit yang sensitif. Ruam dapat bervariasi dari tonjolan kecil-kecil kemerahan (milia) hingga plak merah, kering, gatal (eksim). Untuk mencegah ruam popok, gantilah popok lebih sering, dan oleskan pelembab untuk melindungi kulit. Pada eksim, hindari sabun berbahan keras dan jaga kelembapan kulit. Kebanyakan ruam tidak berbahaya, tetapi jangan ragu untuk menghubungi dokter jika ruam menimbulkan nyeri, atau disertai demam atau kulit melepuh.

Konstipasi

Beberapa bayi bisa buang air besar beberapa kali dalam sehari, beberapa bayi yang lain bisa beberapa hari sekali. Jangan khawatir. Konstipasi adalah jika tinja keras dan anak kesakitan saat buang air besar. Dokter mungkin menyarankan untuk memperbanyak minum air putih atau konsumsi jus buah. Jika konstipasi terjadi terus-menerus dan diikuti gejala lain seperti nyeri perut atau muntah, segera hubungi dokter.

Demam


Pada bayi baru lahir, demam, meskipun tidak tinggi, dapat menjadi tanda dari suatu infeksi serius. Segera hubungi dokter jika bayi di bawah usia 3 bulan memiliki suhu rektal 38 ºC atau lebih tinggi, atau jika bayi usia 3-6 bulan memiliki suhu 38,3 ºC atau lebih tinggi. Cari apakah ada nyeri di sekitar telinga, batuk, anak tampak lemah atau mengantuk, ruam, muntah, atau diare. Tenangkan bayi dengan memberikan minum, mandi air hangat, dan memakaikan pakaian yang tipis dan longgar. Tanyakan pada dokter obat penurun panas apa yang aman untuk bayi.

Diare


Diare merupakan penyakit yang paling sering ditemukan pada anak. Penyebabnya bisa meliputi infeksi, intoleransi, atau terlalu banyak konsumsi jus buah. Sampai diare berhenti, pastikan kebutuhan cairan anak terpenuhi. Jika anak sudah bisa makan makanan padat, hindari susu dan produknya, hindari serat yang terlalu tinggi, dan hindari makanan berminyak. Hubungi dokter jika diare tidak membaik dalam 24 jam, bayi berusia kurang dari 6 bulan, atau disertai gejala lain seperti demam 38 ºC atau lebih, muntah, tinja berwarna merah atau hitam, atau nyeri perut.




Sumber : doktersehat

ANAK SULIT BELAJAR BERJALAN,,Yuk Baca Tips Melatih Anak Berdiri dan Berjalan

Anak adalah permata hati yang pertumbuhan dan perkembangannya selalu dinanti orangtua dengan harap-harap cemas. Namun ada suatu ketika bahwa ketika pada umur tertentu anak orang lain atau tetangga sudah dapat berdiri atau berjalan tetapi anak kita sendiri belum bisa. Berdasarkan wawancara dengan dr. Luh Karunia Wahyuni, Sp.KFR(K) menyebutkan berdiri dan berjalan merupakan bagian dari tahapan proses perkembangan seorang anak. Apabila seorang anak tidak memiliki masalah baik dari faktor anak itu sendiri, faktor lingkungan, dan faktor aktifitas, maka anak tersebut tidak memerlukan latihan khusus untuk dapat berdiri dan berjalan. Hal ini dapat dipahami karena proses berdiri dan berjalan merupakan proses alamiah yang seharusnya terjadi pada semua anak. Ada tiga faktor yang mempengaruhi proses berdiri dan berjalan seorang anak menurut dr. Luh Karunia Wahyuni, Sp.KFR(K) dalam artikel yang ditulis oleh dr.Lina Ninditya yang direview oleh dr. RA. Setyo Handryastuti, Sp.A(K), yaitu:




Faktor Anak

Faktor dari dalam diri anak yang mempengaruhi proses berdiri dan berjalan antara lain:

    Keinginan dari dalam diri untuk bergerak
    Keinginan dari dalam diri untuk bergerak, harus dimiliki seorang anak untuk dapat berdiri dan berjalan. Keinginan ini harus didukung oleh nutrisi yang cukup, kemampuan sensoris dan kognitif yang baik, bagian tubuh bebas dari rasa nyeri dan kondisi jantung dan paru yang sehat.
    Persepsi
    Selain keinginan dari dalam diri, seorang anak memerlukan persepsi yang baik untuk dapat berdiri dan berjalan. Misalnya persepsi terhadap gerak, arah, jarak, tempo, kecepatan, dan ruang.
    Pola gerakan yang baik
    Proses berdiri dan berjalan yang baik membutuhkan pola gerakan yang tepat. Untuk dapat berdiri tumit kaki menumpu, lutut menekuk, panggul dan sumbu tubuh condong ke depan. Sedangkan untuk berjalan memerlukan, pola gerakan yang terdiri dari placing (menempatkan dan menumpukan kaki pada lantai) dan stepping (melangkahkan kaki). Stepping dan placing memerlukan koordinasi gerakan yang baik antara sisi tubuh kiri dan kanan.

        Tidak ada lagi refleks gerakan primitif seperti yang ditemukan saat bayi.
        Tonus otot optimal (normotoni)
        Sendi dapat digerakkan sesuai dengan batasan yang normal
        Memiliki kekuatan otot yang baik, terutama otot sumbu tubuh, panggul, lutut, dan tumit
        Memiliki keseimbangan yang baik (keseimbangan depan-belakang, keseimbangan atas-bawah, keseimbangan samping kanan-kiri)


Faktor Lingkungan
Faktor lingkungan yang mendukung proses berdiri dan berjalan adalah yang memberikan peluang anak untuk berdiri dan berjalan sehingga faktor ini dipengaruhi oleh pola asuh. Kondisi lingkungan yang mendorong seorang anak untuk berdiri dan berjalan misalnya meletakkan mainan pada posisi yang membuat seorang anak berdiri atau berjalan untuk mendapatkan mainan tersebut serta mmebuat lingkungan seaman mungkin sehingga anak tidak terjatuh, terbentur, terpeleset yang membuat anak menjadi trauma.

Faktor Aktivitas
Anak didorong untuk beraktivitas sesuai dengan usia perkembangan anak yaitu sekitar usia 9 bulan untuk berdiri dan sekitar usia 12 bulan untuk berjalan. Jika pada usia tersebut anak terlalu banyak digendong atau duduk maka tingkat perkembangan anak menjadi seperti anak berusia 6-7 bulan.

Jika faktor anak, lingkungan, dan aktivitas semuanya baik maka tentu saja proses berdiri dan berjalan anak akan lancar. Jika anak mengalami keterlambatan dalam berdiri dan berjalan, maka langkah yang diambil oleh dokter adalah menentukan penyebab terganggunya proses berdiri dan berjalan seorang anak, apakah ada penyebab medis yang mendasari (misalnya anak dengan sindrom down atau palsi serebral) atau disebabkan oleh penyebab lain, misalnya:

    Masalah pada saraf tepi, sambungan otot-saraf
    Otot dan rangka
    Fungsi jantung dan paru
    Status nutrisi
    Pola asuh
    Lingkungan
    Play level

Setelah mengetahui akar penyebab seorang anak tidak dapat berdiri dan berjalan, baru ditentukan tindakan lebih lanjut yang tepat. Yang penting diperhatikan di sini adalah latihan khusus juga merupakan salah satu bentuk tata laksana yang sama dengan pengobatan medis yang lain.

Selanjutnya yang harus diperhatikan untuk menstimulasi anak agar dapat berdiri dan berjalan adalah anak dibiasakan duduk dengan kaki memijak ke lantai dan tanpa sandaran. Letakkan mainan pada posisi yang membuat anak harus berusaha untuk meraih mainan tersebut, yaitu misalnya mainan diletakkan di lantai dan posisi anak lebih tinggi. Anak distimulasi dengan diajak bermain kuda-kudaan, bersepeda, dan bermain sambil berdiri, mendorong kursi/ mainan yang bisa didorong-dorong.



Sumber : doktersehat