Tampilkan postingan dengan label Info Kelaurga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Kelaurga. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Agustus 2017

Teh Ini Bisa Membuat Daya Ingat Meningkat,..Mari Coba dan Buktikan Khasiatnya

Telah banyak penelitian kesehatan yang membuktikan manfaat kesehatan dari mengkonsumsi teh. Minuman yang nikmat untuk dikonsumsi dalam keadaan dingin maupun hangat ini disebut-sebut mampu menurunkan stress dan rasa penat. Selain itu, ada pula teh yang ternyata mampu meningkatkan daya ingat. Teh tersebut adalah teh peppermint.




Fakta ini didapatkan dari sebuah penelitian yang dilakukan oleh pakar kesehatan dari Northumbria University. Dalam penelitian ini, para pakar kesehatan menguji manfaat dari beberapa jenis bahan herbal dan wewangian pada suasana hati dan memori manusia. Setidaknya ada 180 relawan yang dilibatkan dalam penelitian ini. Para relawan ini diminta untuk mengisi kuesioner yang berkaitan dengan mood dan kemudian diminta untuk mengkonsumsi minuman hangat secara acak. Minuman yang disediakan adalah air hangat, teh chamomile, dan juga teh peppermint.

Dua puluh menit setelah para relawan mengkonsumsi minuman hangat tersebut, mereka pun diminta untuk mengerjakan tes yang bisa mengukur daya ingat dan fungsi kognitif otak. Hasilnya adalah, mereka yang mengkonsumsi teh peppermint merasakan dampak positif berupa pikiran yang lebih tenang, peningkatan memori jangka panjang, memori kerja, dan kewaspadaan.

Bahan herbal lainnya yang bisa memberikan efek positif bagi daya ingat adalah aroma rosemary. Sementara itu, wangi dari lavender juga bisa memberikan efek menenangkan namun tidak begitu memberikan dampak yang signifikan pada daya ingat. Sebagai informasi, peppermint, rosemary, dan lavender telah lama dianggap sebagai bahan herbal yang bisa berpengaruh positif pada mood dan kemampuan kognitif.

Khusus untuk teh peppermint, kita juga bisa mendapatkan dampak positif lainnya berupa meredakan sakit kepala, mual-mual, diare, rasa tidak nyaman pada perut, dan flu. Daun ini juga bisa mengatasi efek mabuk.

Jumat, 04 Agustus 2017

Makanan Penyebab Asam Urat Tinggi..Yuk Baca Biar Makin Tahu

Agar tidak mudah terkena penyakit asam urat, ada baiknya kita menghindari makanan penyebab asam urat tinggi berikut. Meskipun memang ada banyak faktor yang bisa memicu penyakit asam urat, dalam realitanya faktor pola makan, khususnya konsumsi makanan yang kaya akan purin-lah yang menjadi salah satu penyebab utama tingginya kadar asam urat dalam tubuh. Berikut adalah beberapa jenis makanan yang dapat meningkatkan kadar asam urat yang sebaiknya kita hindari.




Jeroan
Makanan yang terdiri dari hati, ampela, paru-paru, otak, ginjal, usus, lidah, atau bahkan limpa dari hewan memang memiliki rasa yang gurih. Sayangnya, jeroan ini memiliki kandungan purin yang sangat tinggi sehingga jika kita kerap mengkonsumsinya, maka resiko terkena asam urat pun meningkat.

Makanan laut
Beberapa jenis makanan laut seperti ikan teri, ikan sarden, cumi-cumi, ikan tuna, ikan makarel, hingga hewan laut bercangkang layaknya kerang, kepiting, tiram, lobster, atau udang ternyata juga memiliki kadar purin yang tinggi yang bisa menyebabkan masalah asam urat.

Daging merah
Daging merah memang bisa diolah menjadi berbagai makanan yang nikmat. Hanya saja, daging yang bisa didapatkan dari kambing, sapi, domba, dan hewan berkaki empat lainnya ini juga kaya akan kandungan purin sehingga sebaiknya tidak kita konsumsi secara berlebihan.

Makanan olahan
Makanan olahan yang terbuat dari daging seperti abon dan dendeng ternyata memiliki kandungan purin yang sangat tinggi. Selain itu, makanan kalengan layaknya sarden atau kornet juga sebaiknya kita hindari jika tidak ingin terkena masalah asam urat.

Kacang-kacangan
Kacang-kacangan layaknya kacang tanah, melinjo, atau tauge ternyata juga kaya akan kandungan purin yang bisa memicu gejala masalah asam urat.

Beberapa jenis sayuran dan buah
Meskipun termasuk dalam makanan yang sehat, dalam realitanya sayuran seperti jamur kuping, bayam, kol, daun pepaya, buncis, kangkung, asparagus, hingga daun singkong ternyata kaya akan kandungan purin. Buah seperti nanas dan durian juga memiliki kandungan purin yang tinggi sehingga bisa memicu masalah asam urat.

Kamis, 22 Juni 2017

Yuk Ajari Anak Berhemat,,,Ini Dia Tips 5 Cara Didik Anak Supaya Tidak Boros.

Anak adalah karunia yang sangat berharga bagi orang tua. Itulah mengapa sebagian orang tua rela mengorbankan apapun yang dimiliki demi kebahagiaan sang anak.

Namun seringkali hal ini justru berbalik menjadi petaka. Alih-alih hidup berkecukupan, sang anak malah tumbuh sebagai pribadi yang boros dan sulit untuk bersyukur.





Lalu apa yang dapat orang tua lakukan agar sang anak dapat terhindar dari hal-hal tersebut. Penulis Kristen Welch punya beberapa tipsnya. Mengutip Business Insider, [24/02/16] berikut ulasannya:


1. Ajak mereka lakukan pekerjaan rumah

Banyaknya pekerjaan yang harus diselesaikan membuat banyak orang tua memilih untuk mempekerjakan pembantu rumah tangga untuk mengurus semua pekerjaan rumah.

Alhasil kegiatan seperti memasak, mencuci piring, menyapu hingga membereskan ruangan pun dengan mudah terselesaikan dengan bantuan pembantu rumah tangga.

Padahal, menyelesaikan kegiatan ini sendirian bisa berdampak baik bagi kemampuan sang anak. Mengajak mereka melakukan pekerjaan seperti ini sama saja akan mengajarkan mereka nilai tanggung jawab


2. Ajarkan perbedaan ‘keinginan’ dan ‘kebutuhan’

Satu hal yang dapat Anda lakukan untuk menanamkan hal ini adalah dengan memberi uang pada anak setelah mereka selesai melakukan pekerjaan rumah.

Uang yang diberikan tersebut dapat mereka gunakan untuk membeli apa yang mereka inginkan.Orang tua dapat membantu menyediakan kebutuhan.

Kebutuhan yang dimaksud disini seperti alat perlengkapan sekolah, baju seragam, biaya les, dan lain sebagainya. Cobalah untuk jangan terlalu royal memberi barang-barang mewah seperti baju, sepatu dan gadget pada anak. Ajarkan nilai fungsi suatu barang yang dan bukan melulu soal keinginan.


3. Tekankan pentingnya kerja keras

Menanamkan nilai-nilai perjuangan hidup sangat penting bagi perkembangan anak. Ada bermacam-macam nilai perjuangan hidup yang bisa ditanamkan orang tua terhadap anak sejak dini agar menjadi pribadi yang baik dan sukses di bidang apa pun yang diminati sang anak.

Kerja keras dan tanggung jawab merupakan sebagian kecil dari sederet nilai-nilai perjuangan hidup yang bisa diajarkan kepada anak. Nilai-nilai itu menjadi modal bagi anak untuk menuai kesuksesan dalam bidang yang mereka minati.

Mengajarkan hal ini bukan hanya dapat menanamkan arti penting dari bersyukur, namun nantinya mereka juga dapat membawa pelajaran tersebut untuk diterapkan ketika dewasa.


4. Biarkan mereka hadapi persoalannya sendiri


Memiliki anak yang gigih dan pantang menyerah memang membanggakan. Beberapa anak seolah terlahir dengan kegigihan ini, tetapi ada pula anak yang terlalu mudah menyerah.

Agar anak tidak telanjur masuk dalam kategori anak yang mudah menyerah, maka sebagai orang tua Anda jangan terlalu buru-buru memberi bantuan. Ada hal-hal yang membutuhkan reaksi cepat untuk turun tangan membantu, ada pula hal yang sebetulnya bisa Anda biarka sehingga sang anak bisa mengatasi masalahnya sendiri.

Perhatikan apa yang dilakukan anak. Bila terlalu sulit, tentu saja anak tidak akan mampu. Alihkan pada kegiatan lain sambil memberi pengertian bahwa ia akan mampu melakukannya setelah lebih besar. Jangan sampai ia putus asa atau tidak percaya diri karena terlalu sering gagal.


5. Ajarkan nilai syukur dan beri gambaran akan hidup

Ajak anak Anda untuk menonton program tentang kemanusiaan atau ajak mereka untuk berkenalan dengan anak lain yang memiliki latar belakang berbeda.

Menanamkan sikap bersyukur pada anak juga bisa dilakukan dengan menerapkan ajaran ‘dapat satu, berikan satu’. Misalkan ketika si anak mendapatkan boneka atau barang baru lainnya, maka ajarkan anak untuk melepaskan mainan lamanya untuk diberikan kepada orang lain.

Menyumbangkan barang kepada orang lain yang lebih membutuhkan adalah pola pengajaran terbaik untuk mengajarkan nilai penting dari bersyukur.

Kamis, 15 Juni 2017

Penyebab Anak Badung Susah Diatur..!!! Inilah Sifat Orang Tua yang Bisa Pengaruhi Perilaku Anak!

Seorang anak dibentuk karakternya sejak dini dimulai dari kelurganya. Karena keluarga, khususnya orang tua merupakan pihak yang pertama kali dekat dan selalu bersama anak mereka.

Termasuk saat melihat anak yang memiliki sifat keras kepala, ada kemungkinan besar itu semua bermula dari cara orang tua memperlakukan si anak.

Dikutip dari detikHealth [10/5/2017], disebutkan jika seorang anak yang keras kepala dan temperamental mungkin dapat dibentuk oleh lingkungan di mana anak-anak dibesarkan. Tetapi ternyata sifat orangtua juga dapat mempengaruhi kepribadian anak.





Oleh karena itu orangtua harus menyesuaikan gaya pengasuhan anak untuk mengatasi masalah kepribadian anaknya.

Banyak penelitian dilakukan terhadap anak yang temperamental, salah satunya oleh psikiater Alexander Thomas dan Catur Stella di New York tahun 1956 yang mengamati perkembangan sekelompok anak dari lahir sampai awal masa dewasa.

Thomas dan Catur menemukan bahwa kepribadian anak-anak dapat dimasukkan ke dalam tiga kategori dasar yaitu mudah, sulit, dan lambat merespons sesuatu dengan kemarahan.

Penelitian tersebut juga mengidentifikasi variabel lain yang diukur dari perilaku anak seperti keinginan, kemurungan, tingkat aktivitas, perhatian, keteraturan dalam tidur, kelaparan dan fungsi biologi lainnya.

Hasilnya menunjukkan bahwa orang yang temperamental secara otomatis kesulitan untuk berbaur dengan lingkungan sekitarnya. Anda harus memiliki cara yang tepat untuk menangani anak Anda yang mudah marah tersebut.

Arthur Robin, direktur pelatihan psikologi di Children’s Hospital of Michigan di Detroit seperti dilansir dari huffingtonpost, Selasa (7/5/2012) menjelaskan beberapa sifat orangtua yang bisa berpengaruh pada kelakuan anak.

Sifat Orang Tua yang Bisa Pengaruhi Perilaku Anak

  • Salah satu masalah umum yang ditemukan pada anak dengan ADHD atau yang temperamental adalah memiliki ibu yang pasif, depresi dan lesuh “Anak akan bisa melakukan apapun yang dia suka karena si ibu tidak memiliki ketegasan untuk merawat dan mendidik anaknya,” kata Robin. 
  • Orang tua yang terlalu fleksibel dapat membuat anaknya mungkin sengaja bertingkah kaku dan keras kepala.
  • Orangtua yang selalu memenuhi keinginan anaknya akan memiliki sifat yang manja dan akan mudah marah jika keinginannya tidak segera dipenuhi.
  • Kadang-kadang masalah berakar pada sikap temperamental orang tua, bukan anak. Jika orang tua sangat moody, anak akan cenderung mudah marah, ketakutan dan mengembangkan sikap yang tertutup karena pengaruh sikap ekstrim orang tuanya.

Solusi

Orang tua dapat memilih alternatif dengan mengikut sertakan anak ke dalam kegiatan positif seperti les musik atau kesenian lain yang selain dapat meningkatkan kreatifitas anak juga dapat membuat anak dapat mengontrol emosinya.

Biarkan juga anak memilih sendiri baju mana yang ingin dikenakan dan jangan memaksakan sesuatu yang tidak disukainya.

Terapi psikologi pada anak mungkin perlu dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab lain mengapa anak begitu temperamental seperti gangguan koordinasi motorik halus. Gangguan tersebut bahkan dapat mengakibatkan anak kesulitan untuk mengikat sepatunya sendiri.

Orangtua harus mulai bersikap disiplin dan lebih perhatian untuk mengatasi masalah terhadap kepribadian anaknya.

Semoga saja usai membaca tulisan ini, keluarga kita termasuk keluarga yang harmonis dan bahagia.

Sebagai orang tua, mudah-mudahan bisa memberikan teladan yang baik untuk anak-anaknya, sehingga anak memiliki perilaku yang baik disertai dengan kecerdasan yang baik pula.

Semoga!