Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Juni 2017

Ternyata masih banyak yang Salah Kaprah! Ini dia Bedanya Nama Islam dengan Nama Arab

Ternyata, arti nama menurut islam sangat krusial sekali, ada yang dianjurkan dan ada yang dilarang. Jadi naman berkaitan dengan nashab atau keturunan. Kita dianjurkan untuk memberikan nama-nama islami atau kita bisa memberi nama anak menurut al-qur'an, karena di dalam al-quran sendiri terdapat banyak sekali nama-nama baik yang mengandung doa dan harapan.

Namun, sering kali Muslim menganggap bahwa pemberian “nama-nama Arab” dianggap sebagai “nama-nama Islam”. Maka tidak heran jika mereka memberikan nama anak-anak mereka seperti Abdullah dan abdu-abdu yang lain, abu ini dan itu, ibnu ini dan itu dan seterusnya. Yang perempuan Muslimah juga sama menggunakan “nama-nama Arab” yang mereka anggap atau percayai sebagai “nama-nama Islam”. Betulkah demikian? Jawabnya singkat: “Tidak”.

" Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau  berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang- orang yang berserah diri.” [QS. Al Ahqaaf, 46 : 15]





Bahwa nama-nama itu dipakai masyarakat Muslim Arab memang ya tapi kaum non-Muslim Arab (baik yang beragama maupun bukan, Kristen atau Yahudi) juga menggunakan nama-nama yang sama. Ya jelas donk mereka menggunakan nama-nama Arab wong itu memang bahasa mereka, masak pakai nama Bejo, Slamet, Subur, Makmur dlsb. Jika nama-nama yang saya sebut diatas itu eksklusif “nama-nama Islam” tentunya masyarakat Arab non-Muslim tidak memakai nama-nama itu, bukan? Kenyataanya tidak demikian.

Yang sering dilupakan oleh masyarakat Islam zaman kini adalah bahwa kawasan Arab itu baru mengenal Islam pada abad ke-7 M. Sebelumnya, masyarakat Arab itu ya memeluk agama Yahudi, Kristen atau berpegang teguh pada agama-agama suku Arab. Kaum Yahudi Arab atau Arab Yahudi sudah sangat lama di kawasan ini berabad-abad sebelum Islam datang.

Umat Kristen juga sama. Sudah sejak abad ke-1 M, mereka hadir di daerah Jazirah Arab dan menjadi agama utama di kawasan Arab sejak kekuasaan Kerajaan Byzantium di adad ke-4 M. Baik Yahudi maupun Kristen kan lahir di Timur Tengah, jadi ya wajar kalau mereka lebih dulu menjamah Jazirah Arab, tempat dimana Islam dilahirkan.

Karena sesama etnik Arab, maka tidak heran jika masyarakat Arab non-Muslim dulu juga menggunakan nama-nama yang persis dengan Arab Muslim. Misalnya data-data hasil ekskavasi arkeologis atas kuburan-kuburan kuno Kristen era pra-Islam, baik di Yordania maupun di Najran (Arabia selatan) yang dulu menjadi salah satu pusat umat Kristen, didapatkan banyak nama-nama batu nisan bertuliskan “Abdullah” yang secara bahasa berarti Hamba Allah. Bukankah nama ayah Nabi Muhammad sendiri yang jelas bukan Muslim juga Abdullah?

Pada era kerajaan pra-Islam seperti Kerajaan Himyar dan Askum juga banyak para tokoh Arab Kristen dan Yahudi yang nama-namanya sangat “Islami”, eh maap, sangat “sangat Arab” atau bahkan “sangat Yahudi” sebut saja Abdullah bin Abu Bakar bin Muhammad, seorang panglima Kristen yang gagah perkasa yang menjadi martir di Najran pada 523 M.

Begitu pula Al-Harith yang dikenal dengan nama Santo Arithas yang juga tokoh Arab Kristen terkemuka pra-Islam. Sejarawan Muslim Ibn Hisham dan Ibnu Ishaq juga mencatat nama-nama tokoh Arab Yahudi seperti yang terkenal adalah Dhu Nuwas alias Yusuf Ibn Sharhabil, seorang warlord dari Yaman. Nama “Yusuf” memang “sangat Yahudi” bukan “Islami” karena Yusuf adalah salah satu tokoh penting dalam sejarah Yahudi.

Selain Abdullah, ciri-ciri nama-nama Arab Kristen lain adalah menggunakan kata “Abdul Yasu’, Abdul Masih, dlsb. Salah satu tokoh heorik Arab Kristen pada waktu perang sipil Libanon bernama Kamil Nimr Shamun. Nama-nama beken Arab Kristen lain seperti Ilyas Syakur (Uskup Yarusalem), Makram Khouri (artis), Amil Habibi (penulis), Dawud Turki (sastrawan), Hisyam Zuraik (sutradara), dlsb.

Coba perhatikan, nama-nama mereka ini “sangat Islam” atau “sangat Arab”? Nama-nama Arab Kristen yang dipengaruhi tradisi Roma-Eropa baru muncul belakangan seperti George Habbash (seorang tokoh Arab Kristen di Palestina yang mendapat sebutan “al-Hakim”) atau Charles Halu (mantan Presiden Libanon yang seorang Arab Kristen Maronite).

Jadi, soal nama ini yang penting adalah “maknanya” bukan “bahasanya”. Mau pakai nama Arab atau bukan silakan saja hak masing-masing. Yang penting maknanya baik dan mengandung doa yang baik. Jangan mentang-mentang pengin Islami terus memberi nama anaknya “Abu Jahal” (“Bapak Tolol”) atau “Maratul Jarimah” (“Perempuan Kejahatan”).

Juga jangan sekali-kali merasa kalau namanya sudah Arab terus ge-er kalau “sudah Islami” apalagi menganggap Muslim yang menggunakan nama-nama non-Arab dipandang “tidak Islami”. Kualitas keagamaan seseorang bukan diukur dari nama tapi dari moralitas dan perilaku individual dan sosial kita. Semoga bermanfaat.


Selasa, 13 Juni 2017

Kisah Inspiratif Saya "Gila Harta Karena Harta Bisa Dibawa Mati, Maka Saya Titipkan Kepada Mereka untuk Nanti"

Seringkali kita mendengar pepatah, "kekayaan tidak akan dibawa mati". Pepatah tersebut sangat populer sehingga paradigma yang kemudian muncul adalah: kita tidak perlu memiliki harta seakan-akan harta tidak diperlukan sama sekali karena tidak akan membawa kebaikan pada pemiliknya setelah meninggal. Benarkah tidak ada kekayaan yang dibawa mati?

Adalah Haji Usman, pemilik salah satu usaha batik dan olahan textil terbesar di Yogyakarta, memang dikenal sangat dermawan, seakan-akan baginya harta sudah tak menjadi berharga. Seakan-akan dunia dan seisinya telah begitu hina di matanya. Ringan baginya membuka kotak tabungannya, mudah baginya mengambil uang dalam kantong sakunya dan seakan-akan tanpa beban dia ikhlas mengulur bantuan pada sesama.

Inilah mungkin sosok nyata orang yang dunia di tangannya dan akhirat di hatinya. Suatu ketika, beberapa pengusaha muda yang masih bersemangat mendatangi beliau.

“Pak Haji, Tolong ajarkan pada kami,” kata mereka, “Bagaimana caranya agar kami bisa seperti pak haji. Bisnis bisa maju dan sukses, tidak cinta pada harta dan tidak sayang pada kekayaan… Hingga seperti pak haji ini, bersedekah terasa ringan”.

“Wah”, sahut Haji Usman sambil tertawa ramah, “Kalian salah alamat!”

“Lho?” jawab mereka.

“Lha iya. Kalian datang pada orang yang salah.. Lha saya ini sebenarnya SANGAT SAYANG DAN MENCINTAI HARTA SAYA. Saya ini sangat mencintai semua aset yang saya miliki.”





“Lho?” kata pengusaha muda sambil melongo.

“Kok lho. Lha sebab saking cinta dan sayangnya saya pada harta, SAMPAI-SAMPAI SAYA TIDAK RELA MENINGGALKAN HARTA SAYA DI DUNIA INI. AKAN SAYA BAWA MATI DIKUBUR DENGAN HARTA BISNIS SAYA..”

Saya tegaskan sekali lagi, saya TIDAK MAU BERPISAH dengan harta kekayaan saya. Makanya sementara ini saya titip-titipkan dulu…

    Titipkan pada masjid
    Titipkan pada anak yatim
    Titipkan pada fakir miskin
    Titipkan pada madrasah
    Titipkan pada pesantren
    Titipkan pada pejuang fi sabilillah
    Titipkan pada guru-guru agama
    Titipkan pada karyawan yang rajin ibadah
    Titipkan pada saudara dan karyawan yang dirawat sakit


Alhamdulillah ada yang berkenan mau dititipi, saya senang sekali. Alhamdulillah ada yang sudi diamanati, saya sangat bahagia sekali. Pokoknya DI AKHIRAT NANTI MAU SAYA AMBIL LAGI, TITIPAN SAYA.

Saya ingin kekayaan saya itu dapat saya nikmati berlipat-lipat dialam kubur dan di akhirat.

“Lah… Siapa bilang harta tidak bisa dibawa mati….?”

Harta itu dibawa mati, lalu bagaimana caranya ?

Jangan bawa sendiri. Minta tolong dibawakan oleh anak yatim, fakir miskin, orang-orang yang berjuang di jalan-Nya dan lain sebagainya.

MasyaAllah, beliau adalah contoh dari orang yang gila akan harta, karena dengan semua hartanya beliau memberikan hartanya tersebut dengan mudah kepada orang yang membutuhkan. Sebuah kisah yang mungkin mampu menyadarkan kita semua bahwa banyak sekali kebaikan  yang dapat dilakukan dengan harta kekayaan. Bukankah hal itu akan menjadi kekayaan yang dibawa mati?

Bukankah amalan-amalan tersebut akan memberikan pahala bagi pelakunya? Bukankah ada kebaikan yang akan terus mengalir kepada pemiliknya sekalipun dia nantinya meninggal dunia? Dari amal jariyah pada wakaf masjidnya, dari kehidupan layak seorang anak yatim setelah dia sekolahkan, dari munculnya seorang dai besar hasil dari beasiswa yang dia berikan.

Janganlah kekayaan di tempatkan di dalam hati. Jadikanlah kekayaan menjadi jalan untuk menebar kebaikan dan jalan untuk meraih ridho-Nya. Semoga bermanfaat. Waallahu a’laam bishowab.


Senin, 05 Juni 2017

Puasa Ternyata Bisa Menghilangkan Stress

Ada cukup banyak manfaat dari melakukan ibadah puasa. Dari yang membuat saluran pencernaan menjadi lebih sehat, mengendalikan kadar gula dalam darah, hingga mampu menurunkan berat badan. Namun, tahukah anda jika puasa ternyata juga bisa membantu kita menghilangkan stress?




Pakar kesehatan menyebutkan jika saat berpuasa, sistem kekebalan tubuh kita meningkat. Tak hanya itu, kadar kolesterol jahat dalam tubuh juga semakin menurun. Yang menarik adalah, kondisi ini ternyata menstimulasi sistem imun tubuuh untuk melakukan detoksifikasi atau proses membuang racun pada tubuh dengan lebih baik sekaligus memberikan berbagai nutrisi pada sel-sel tubuh dengan tepat. Sebagai informasi, racun di dalam tubuh bisa didapatkan dari makanan yang tidak bisa dicerna, udara yang kotor, bahan kimia obat-obatan, hingga adanya logam berat dalam air. Biasanya, proses detoksifikasi ini berlangsung secara alami dimana kita bisa membuang racun ini melalui buang air kecil, buang air besar, hingga keringat. Hanya saja, karena gaya hidup yang tidak sehat, proses ini bisa mengalami gangguan sehingga masih ada banyak racun tersisa pada tubuh dan memicu masalah kesehatan.

Dengan berpuasa, kita bisa memastikan proses detoksifikasi dengan lebih baik sehingga tubuh pun akan terasa lebih bugar dan sehat. Tak hanya itu, hal ini ternyata juga bisa berimbas positif bagi kesehatan mental kita. Berpuasa ternyata membuat kita mengendalikan diri dengan lebih baik. Hal ini berarti, emosi pada tubuh kita akan lebih terkendali sehingga kita pun tidak akan mudah terkena stress yang memicu peradangan dan masalah kesehatan lainnya. Tak hanya itu, berpuasa ternyata bisa membuat kemampuan otak meningkat dan akhirnya berimbas pada menurunnya produksi hormon kortisol pada kelenjar adrenal sehingga kita pun tidak akan mudah terkena stress.



Sumber : doktersehat

Jumat, 02 Juni 2017

Tidak Hanya Pahala Yang Kamu Dapat Ketika Sholat Tarawih, Iniloh Manfaat Bagi Tubuh Kalian Yang Jarang Orang Ketahui

Umat muslim melakukan salat 5 waktu dalam sehari. Namun ketika bulan Ramadhan, ada tambahan salat Tarawih yang dilakukan seusai salat Isya’ di malam hari. Shalat tarawih selain dapat meningkatkan tali silaturahmi dan tali persaudaraan ternyata sholat trawih memiliki banyak khasiat untuk kesehatan.




Gerakan salat diketahui dapat meningkatkan fleksibiltas dan kebugaran otot tubuh, demikian pula dengan salat Tarawih yang durasinya relatif lebih panjang.

“Tingkat metabolisme otot meningkat ketika melakukan salat sehingga menyebabkan kekurangan oksigen dan nutrisi otot. Kekurangan ini akan menyebabkan vasodilatasi, peningkatan kaliber pembuluh darah, sehingga memungkinkan darah mengalir dengan mudah kembali ke jantung. Peningkatan beban jantung akan memperkuat dan memperbaiki sirkulasi otot jantung,” kata Dr Ibrahim B. Syed, Ph.D, profesor kedokteran klinis dari University of Louisville School of Medicine seperti dilansir Islam for Today, Senin (23/7/2012).

Menurut dr Ibrahim, glukosa darah dan plasma insulin mulai meningkat dalam waktu 1 jam atau lebih setelah berbuka puasa. Glukosa dan gula darah mencapai tingkat tinggi dalam waktu 1 atau 2 jam kemudian. Saat masuk salat tarawih, glukosa yang beredar akan dimetabolisme menjadi karbon dioksida dan air agar tetap stabil.

Tak hanya itu, doa-doa yang dilantunkan selama Tarawih membantu pengeluaran kalori ekstra dan meningkatkan fleksibilitas, koordinasi, mengurangi stres, kecemasan dan depresi.

Lebih lanjut lagi, dr Ibrahim menjelaskan berbagai manfaat salat Tarawih bagi kesehatan, yaitu:

1. Meningkatkan kebugaran fisik

Ketika melakukan sedikit upaya tambahan dalam melakukan salat Tarawih, terjadi peningkatan daya tahan, stamina, fleksibilitas dan kekuatan tubuh. Salat menghasilkan perubahan fisiologis yang sama seperti ketika jogging atau berjalan, namun tanpa efek samping.

Sebuah penelitian yang dilakukan terhadap 17.000 orang alumni Harvard memberikan bukti kuat bahwa latihan aerobik setara dengan joging sekitar 3 mil sehari, meningkatkan kesehatan dan dapat memperpanjang usia. Pria yang mengeluarkan energi sekitar 2000 kkal setiap minggu memiliki angka kematian seperempat sampai sepertiga kali lebih rendah dibandingkan yang sedikit atau tidak berolahraga.

2. Meningkatkan daya tahan lansia

Seiring pertambahan usia, aktivitas yang dilakukan seseorang berkurang karena tulangnya menjadi makin tipis. Jika tidak dirawat, maka risiko osteoporosis sudah menanti. Gangguan ini paling banyak dialami wanita ketika memasuki menopause akibat penurunan estrogen.

Saat melakukan gerakan berulang dan teratur selama salat, maka kekuatan otot, tendon, fleksibilitas sendi dan respon kardiovaskular meningkat. Oleh karena itu salat Tarawih memungkinkan para lansia tetap siap ketika menghadapi kesulitan tak terduga yang dapat melukai tubuhnya. Tarawih akan meningkatkan daya tahan dan kepercayaan diri untuk menjadi mandiri.

3. Membantu mengontrol berat badan

Salat dapat mengontrol berat badan dan mengeluarkan kalori tanpa meningkatkan nafsu makan. Kombinasi dari pembatasan asupan makanan saat sahur dan buka puasa disertai Tarawih akan membantu mengurangi berat badan. Berat badan akan tetap terkontrol jika tidak makan terlalu banyak pada sahur dan buka puasa serta rajin melakukan Tarawih.

4. Meningkatkan suasana hati

Olahraga diketahui dapat meningkatkan suasana hati dan kualitas hidup sekaligus mengurangi kecemasan dan depresi. Peneliti dari Universitas Harvard, Dr Herbert Benson, menemukan bahwa melafalkan do’a dan ayat kitab suci ditambah aktifitas ringan akan memicu relaksasi yang dapat menurunkan tekanan darah, tingkat pernapasan dan denyut jantung.

Oleh karena itu, Tarawih membuat pikiran berada dalam keadaan rileks. Keadaan tenang pikiran ini juga mungkin dipicu pelepasan hormon encephalins dan endorfin ke dalam sirkulasi darah.
detikhealth.com & health.lintas.me





Sumber : doktersehat

Puasa Di Bulan Ramadhan = Diet? Apakah Benar? Yuk Disimak, Berikut Penjelasannya

Banyak orang yang beranggapan puasa sama saja dengan diet. Nyatanya, tidaklah demikian. Puasa memang bisa membantu membuat Anda jadi lebih mengontrol makan selama puasa. Hanya saja, dr Sandy Hantono mengungkapkan bahwa sebenarnya puasa bukanlah sebuah upaya atau cara untuk mendapatkan bentuk tubuh yang proporsional dan juga berdiet.





Menurut dia, puasa seharusnya menjadi pelajaran bagi kita untuk menyusun kembali menu yang salah di luar bulan puasa. Puasa juga seharusnya menjadi sebuah pelajaran untuk untuk bisa mulai mengonsumsi makanan yang sehat dan seimbang, yang dibutuhkan tubuh dalam keadaan dasar atau basal.

Bila kita benar menyiasati apa yang kita makan seimbang dengan apa yang kita lakukan, berarti kita telah benar memberikan tubuh kita asupan yang benar, ujarnya.

Namun masalahnya, ketika Anda beranggapan bahwa puasa sama dengan diet, Anda akan cenderung untuk mengurangi lagi asupan saat berbuka puasa. Tak dimungkiri, banyak orang yang enggan makan malam karena dinilai menggemukkan.

Dengan sudut pandang ini, asupan makanan, kalori dan nilai gizi Anda saat berbuka puasa tidak akan cukup mengembalikan energi setelah puasa. Semuanya dilakukan demi berat badan yang turun.

Padahal, setelah puasa, tubuh harus mendapat asupan kalori dan gizi yang tepat untuk kelancaran metabolisme. Asupan gizi yang tak tepat karena diet ini akan membuat tubuh jadi lemas dan tak berenergi.

Jika kita masih merasakan keluhan sakit selama puasa setelah kita melakukan nutrisi yang tepat, berarti ada faktor lain yang menimbulkan keluhan kesehatan, seperti faktor lingkungan ataupun infeksi, ujarnya.




Sumber : doktersehat

Kamis, 01 Juni 2017

Puasa Dapat Merangsang Tubuh Menghasilkan Lebih Banyak HGH, Apasih HGH? Apa Anda Masih Ragu Untuk Berpuasa?

Ketika beberapa orang semangat berpuasa di bulan Ramadan, ada saja yang ragu karena teriknya matahari bisa membuat dehidrasi, lesu dan mengantuk.




Namun yang perlu Anda ingat, puasa memiliki banyak manfaat kesehatan. Nutrisionis, Dr Axe mengungkapkan setidaknya ada tujuh manfaat puasa yang membuat Anda tetap sehat dan kuat, seperti dilansir the Express Tribune, Rabu (30/5/2017):

1. Waktu yang baik untuk menurunkan berat badan

Meski ini bukan tujuan puasa, namun ada penelitian yang mendukung bahwa puasa di bulan Ramadan adalah waktu yang tepat menurunkan berat badan.

Dalam sebuah penelitian, pasien non-obesitas kehilangan total lemak rata-rata 4% saat mereka berpuasa selama 22 hari. Juga harus dicatat bahwa tingkat insulin selama puasa juga menurun.

Dalam penelitian lain yang dilakukan pada orang gemuk, puasa-- yang berarti hanya mengonsumsi 25% kebutuhan kalori harian menghasilkan penurunan berat badan rata-rata 5,5 pon dalam periode delapan minggu. Tiga persen lemak tubuh juga hilang, seiring dengan penurunan kadar kolesterol total dan LDL (kolesterol buruk).

2. Meningkatkan Human Growth Hormone (HGH)

Hormon ini memiliki peranan penting untuk membakar lemak. Puasa juga bisa meningkatkan pembentukan otot, sekaligus menurunkan kadar insulin. Bila Anda menggabungkan semua ini, puasa sebenarnya bisa mengubah tubuh manusia menjadi mesin pembakaran lemak yang efektif.

3. Bagus untuk atlet

Puasa memiliki efek yang baik untuk menjaga massa tubuh serta penanda kesehatan lainnya pada atlet profesional. Hal ini karena puasa secara efektif mampu meluruhkan kelebihan lemak, sekaligus mengoptimalkan pertumbuhan otot, karena produksi HGH.

Dalam hal ini, atlet disarankan untuk mengonsumsi protein berkualitas tinggi setengah jam setelah latihan untuk membangun otot dan mengurangi lemak.

4. Normalisasi sensitivitas insulin

Bila tubuh terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat dan gula, hal ini akan memicu lonjakan gula darah. Nah, puasa adalah cara yang efektif untuk menormalisasi sensitivitas insulin. Dengan begitu, Anda telah mencegah penyakit seperti diabetes, kanker dan komplikasi jantung.

5. Menormalkan kadar ghrelin

Apa itu ghrelin? Hormon ini bertanggung jawab untuk memberitahu tubuh bahwa Anda lapar. Bila Anda berpuasa, tingkat ghrelin di tubuh akan normal. Sebab tubuh akan memberi sinyal kapan Anda harus berhenti makan.

6. Menurunkan kadar trigliserida

Bila Anda mengonsumsi terlalu banyak kolesterol, maka kadar trigliserida Anda bisa meningkat. Hal ini akan membuat Anda lebih rentan terhadap penyakit jantung.

Puasa telah diketahui dapat menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh, yang berarti juga menurunkan pembentukan trigliserida.

7. Memperlambat proses penuaan

Ya, seperti yang telah disebutkan sebelumnya, puasa dapat merangsang tubuh menghasilkan lebih banyak HGH. Hormon ini sebenarnya berhubungan erat dengan proses penuaan. Bila tubuh memproduksi lebih sedikit HGH, maka Anda cenderung akan menua lebih cepat. Jadi pada dasarnya, puasa dapat membuat Anda awet muda.




Sumber : Liputan6

6 Tips Terhindar Dari Haus Selama Berpuasa

Rasa lapar saat puasa biasanya masih banyak yang bisa menahan, tapi rasa haus biasanya dianggap lebih menyiksa. Belum lagi, karena tubuh sebagian besar terbuat dari cairan, kurang asupan air bisa membuat dehidrasi.




Agar bisa menghindari kerongkongan yang rasanya seperti padang pasir di siang hari saat puasa, penting untuk memastikan asupan makanan dan minuman yang dikonsumsi saat sahur. Melansir Emirates247, Rabu (31/5/2017), makanan atau minuman saat sahur memegang peranan penting mengontrol rasa haus saat berpuasa.


Berikut beberapa trik yang bisa Anda ikuti agar tak kehausan saat puasa:

1. Minum setidaknya delapan gelas air setiap hari. Anda bisa mengejar ketinggalan pada malam hari, untuk memastikan jumlah air yang Anda minum mencukupi.

2. Hindari makanan panas dan pedas yang dapat meningkatkan rasa haus saat sahur.

3. Jangan memasukkan terlalu banyak garam dalam makanan. Hindari juga makanan seperti ikan asin atau acar yang dapat meningkatkan kebutuhan tubuh akan cairan.

4. Makan buah-buahan segar dan sayuran yang kaya akan air dan serat. Mereka bertahan lama dalam usus dan bisa mengurangi rasa haus.

5. Minum jus buah segar, dan hindari jus dengan pemanis buatan.

6. Usahakan untuk tidak langsung minum banyak air sekaligus saat makan. Cobalah untuk minum air di antara waktu makan dalam jumlah sedang namun sering.

Penting untuk diperhatikan: Minum air es saat buka puasa tidak akan mengobati rasa haus tapi malah akan menyebabkan pembuluh darah berkontraksi dan menyebabkan gangguan pencernaan. Cobalah minum air dengan suhu ruang atau sedikit dingin.



Sumber : Liputan6

Rabu, 31 Mei 2017

Manfaat Puasa Bagi Anak Penderita Leukimia, Yuk Ajak Anak Anda Mulai Berpuasa Sejak Dini!

Anak merupakan anugerah terindah buat setiap orang tua. Dan dipastikan bahwa setiap orang tua sangat menyayangi anak-anaknya. Ketika anak sakit sedikit saja, orang tua pasti merasa khawatir dan cemas. Rasa cemas ini bahkan akan semakin bertambah saat orang tua tahu sang anak menderita sakit mematikan seperti Leukimia atau kanker sel darah putih.


 
Penting diketahui bahwa leukimia adalah keganasan sel darah yang berasal dari sumsum tulang dengan ditandai adanya peningkatan sel darah putih dalam tubuh. Karena banyaknya sel darah putih yang diproduksi, tentunya ini sangat berbahaya dan mematikan. Terlebih lagi ketika leukimia diderita oleh anak-anak.
Berbicara tentang leukimia pada anak-anak, dikutip dari laman asiantown.net,baru-baru para peneliti menemukan bahwa puasa bisa menyembuhkan leukimia pada anak. Tidak makan dan minum di hari-hari tertentu dikatakan bisa menghentikan penyakit ini. Para ahli yakin bahwa puasa juga bisa mengendalikan efek buruk dari risiko leukimia. Kegiatan berpuasa yang secara umum mendorong kita mengurangi asupan makanan ternyata mampu mengatasi risiko leukimia pada anak.
Belum lama ini, para peneliti di Universty of Texas Southwetern Medical Center melakukan penelitian terhadap puluhan tikus yang memiliki leukimia lymphoblastic. Ini merupakan salah satu leukimia yang sangat mirip dengan leukimia pada anak. Penelitian ini memaksa tikus untuk tidak makan dan minum atau melakukan puasa.

Peneliti menemukan bahwa tikus yang berpuasa secara perlahan sembuh dari leukimia. Jumlah sel kanker penyebab leukimia pada tikus secara perlahan juga menurun. Peneliti menemukan tikus yang makan secara rutin dan normal setiap hari mati dalam jangka waktu 59 hari. Sedangkan tikus yang berpuasa dan makan di waktu tertentu bisa bertahan hidup hingga 4 bulan selanjutnya.
Menurut peneliti, berpuasa bisa menurunkan kadar leptin Sebuah molekul yang diproduksi oleh jaringan lemak dan menyebabkan sel kanker. Dr Chengcheng Zhang, ketua penelitian mengatakan, "Secara mengejutkan, kami menemukan tikus yang kami paksa puasa benar-benar mengalami kesembuhan. Tikus itu bisa bertahan hidup dengan baik. Di akhir penelitian kami tidak lagi mendeteksi adanya sel kanker atau risiko leukimia di tubuhnya."

Untuk saat ini, para peneliti masih melakukan penelitian lanjutan terkait temuan ini. Peneliti juga akan mengkaji lebih lanjut dan memastikan apakah puasa bisa sepenuhnya menyembuhkan leukimia atau tidak. Ladies, kita semua tentu berharap bahwa penelitian ini bisa ditindak lanjuti agar kita tahu apakah puasa juga bisa menyembuhkan leukimia pada manusia khususnya pada anak-anak.

Sumber : vemale

Puasa Adalah Melatih Kesabaran Kita.. Salah Satunya Menunggu Waktu Berbuka, Apakah Kamu Masih Sabar Jika Puasa Di Luar Negeri?

Puasa Ramadan adalah waktu yang tepat untuk beribadah. Panjang puasa yang harus dijalani sejak matahari terbit hingga matahari terbenam terasa hampir sama setiap tahun. Itu terjadi karena Indonesia terletak di garis katulistiwa, yang membuat lama siang dan malam sama sepanjang tahun.

Hal berbeda dirasakan negara lain yang terletak jauh dari katulistiwa. Dengan sudut kemiringan bumi yang berbeda, panjang siang dan malam berbeda di berbagai negara yang jauh dari garis katulistiwa. Ada negara yang hanya siang selama 10 jam, ada yang siangnya sangat panjang hingga 20 jam. Otomatis panjang puasa berbeda di setiap negara.



Yuk intip negara dengan panjang puasa yang berbeda, kita mulai dari waktu terpendek, dilansir dari situs Kapanlagi.com.

1. Antartika - 9 Jam 18 Menit

Casey Station, daerah yang terletak di kutub ini memiliki malam yang lebih panjang dibandingkan siang. Matahari hanya bersinar kurang dari 10 jam. Akibatnya, di daerah dengan salju abadi ini, seseorang hanya akan puasa 9 jam 18 menit. Rata-rata imsak dimulai pukul 06:30 dan maghrib pada pukul 15:48.

2. Australia Barat - 11 Jam 59 Menit

Walau dekat dengan Indonesia, sensasi puasa Ramadan di Australia Barat jelas berbeda. Selain perbedaan budaya, Anda hanya akan puasa sekitar 12 jam saja. Imsak di sana jatuh pada pukul 05:42 dan Maghrib pada pukul 17:41.

3. Indonesia - 13 Jam 3 Menit

Rata-rata panjang puasa Ramadan di Indonesia adalah 13 jam 3 menit. Imsak pada pukul 04:52 dan Maghrib pada pukul 17:55 (dengan asumsi tiap daerah berbeda-beda waktunya). Bisa dikatakan, panjang siang dan malam sama karena Indonesia terletak di garis katulistiwa.

4. Arab Saudi - 14 Jam 30 Menit

Walau sama-sama panas seperti Indonesia, letak Arab Saudi lumayan jauh dari garis katulistiwa. Puasa Ramadan di Arab Saudi sedikit lebih lama dibandingkan di Indonesia. Di Mekkah, waktu imsak jatuh pada pukul 04:31 dan Maghrib pada pukul 19:01.

5. Jepang - 15 Jam 36 Menit

Di negara yang terkenal dengan bunga sakura ini, puasa lebih panjang dua jam dibanding Indonesia. Di Tokyo, imsak jatuh pada pukul 03:11 dan Maghrib pada pukul 18:47. Ini bisa dimaklumi karena di Jepang sedang mengalami musim panas, siang di sana lebih panjang.

6. Amerika Serikat - 15 Jam 47 Menit

Di Amerika Serikat, musim panas sedang terik-teriknya. Anda akan mengalami puasa yang lebih panjang jika berada di New York. Di sana, Anda akan memasuki imsak pada pukul 04:25 dan Maghrib pada pukul 20:12. Jam 7 malam di sana masih terang benderang.

7. Inggris - 18 Jam 5 Menit

Musim panas juga sedang berlangsung di Inggris. Matahari masih terik pada pukul 7 malam, dan matahari sudah bersinar pada pukul 3 pagi. Maka tidak heran jika Anda harus bangun lebih awal untuk sahur karena imsak jatuh pada pukul 02:45 dan Maghrib pada pukul 20:50 malam.

8. Rusia - 19 Jam 57 Menit

Tampaknya Rusia adalah negara yang mengalami siang yang sangat panjang dan menjadi tantangan tersendiri bagi umat Islam yang berpuasa di sana. Imsak di Provideniya jatuh pada pukul 01:46 sedangkan Maghrib baru berkumandang pada pukul 21:43. Sangat panjang bukan? Puasa di Rusia menjadi tantangan tersendiri.

Sumber : vemale

Selasa, 30 Mei 2017

Puasa Ramadhan..Berat Badan Bertambah Naik Yukkk Baca Penyebabnya

Karena kita tidak makan dan minum seharian dan cenderung menurunkan frekuensi makan dari 3 kali menjadi hanya 2 kali dalam sehari, maka logikanya berat badan kita seharusnya menurun di bulan Ramadhan ini. Namun, dalam realitanya, cukup banyak orang yang justru mengalami kenaikan berat badan saat bulan puasa. Kok bisa?




Pakar kesehatan Mochamad Aldis Ruslialdi, SKM, CMWC, menyebutkan bahwa berpuasa seharusnya menjadi waktu yang tepat bagi kita untuk mengatur pola makan yang lebih sehat mengingat kita harus pandai-pandai mengelola energi agar tetap bisa bugar di siang hari meskipun tidak makan dan minum dalam waktu yang lama. Sayangnya, kebanyakan orang justru melakukan hal yang sebaliknya. Karena tidak makan dan minum seharian, mereka mengkonsumsi makanan dengan berlebihan sehingga justru akan menaikkan berat badannya.

Banyak dari kita yang ternyata masih menggunakan cara balas dendam saat berbuka puasa. Karena perut merasa sangat haus dan lapar, kita pun makan dengan kalap. Tak hanya porsi berbuka yang sangat banyak, kita juga masih mengkonsumsi berbagai camilan yang tidak sehat lainnya layaknya kue atau gorengan dan masih ditambah dengan kebiasaan mengkonsumsi minuman yang manis.

Karena waktu makan kita berpindah ke malam hari, kita juga melupakan aturan yang menyebutkan bahwa ada baiknya kita memberikan jeda 2 jam antara waktu makan dan tidur. Kita tetap saja asyik mengkonsumsi makanan atau camilan lainnya sebelum tidur sehingga akhirnya berimbas pada meningkatnya berat badan. Tak hanya itu, kebanyakan orang yang berpuasa juga melupakan pentingnya berolahraga. Pakar kesehatan sendiri sebenarnya menyarankan kita untuk berolahraga ringan sebelum berbuka puasa atau melakukannya setelah berbuka puasa. Hanya saja, karena kita malas atau terlalu sibuk mempersiapkan waktu berbuka, maka selama bulan puasa kita justru sama sekali tidak banyak melakukan aktifitas fisik. Karena alasan inilah kita bisa menaikkan berat badan di bulan puasa.




Sumber : doktersehat

Senin, 29 Mei 2017

Perbaiki Tubuh, Jiwa, dan Kulit Lewat Puasa Ramadhan

Usai 11 bulan menimbun kelebihan beban metabolisme tubuh berbentuk kolesterol, trigliserida, asam urat, gula darah dan sel lemak (berat badan berlebih), sebulan berpuasa Ramadhan merupakan anugerah yang diberikan oleh Maha Pencipta untuk menetralkan kelebihan beban metabolisme tubuh tersebut.

Perubahan fungsi sel, gen, dan hormon saat berpuasa membantu proses pembakaran lemak, meningkatkan massa otot, dan menginduksi perbaikan sel. Ekspresi gen ketika berpuasa akan berdampak pada healthy aging dan perlindungan terhadap penyakit seperti kanker dan infeksi.





"Meningkatnya hormon adiponektin dan berkurangnya resistensi hormon insulin di sel otot dan sel hati dapat menurunkan risiko mengidap DM tipe 2. Adapun penurunan stres oksidatif dan proses radang pada tubuh terjadi karena peningkatan kadar hormon steroid atau glukokortikoid selama berpuasa," kata dokter spesialis penyakit dalam Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung, Miftahurrahman, seperti tertulis di keterangan resmi yang diterima Liputan6.com Sabtu, 27 Mei 2017.

Miftah menjelaskan, selain menetralkan metabolisme tubuh, berpuasa ternyata dapat menurunkan risiko kolesterol, diabetes tipe 2, meningkatkan kesehatan jantung dan otak, serta menurunkan risiko pikun (Alzheimer’s Disease).

Khasiat lainnya berpuasa yaitu berpengaruh pada kesehatan jiwa. Aspek puasa bagi kesehatan mental terbagi ke dalam tiga bagian yaitu biologi, psikologis, sosial dan spiritual.

Menurut Kepala SMK Kesehatan Jiwa RSHS, Arifah Nur Istiqomah, secara biologis bagi muslim atau pun muslimah yang menyambut Ramadhan dengan sukacita, akan meningkatkan kadar endofrin dan dopamin yang penting untuk menimbulkan rasa senang, tenang, dan bahagia.

"Dari segi psikologis, puasa dapat menahan atau mengontrol diri dari menahan hawa nafsu, sehingga mental menjadi lebih tenang dan tingkat stres atau depresi berkurang," kata Arifah.

Selain itu Arifah menjelaskan, perbaikan suasana hati dan mengurangi kesedihan dan depresi itu terjadi, akibat adanya peningkatan serotonin yang merupakan bahan kimia otak.

Selain secara metabolik, manfaat puasa dapat dirasakan pada kesehatan kulit. Adanya anggapan masyarakat saat berpuasa, kulit menjadi kering adalah tidak benar. Karena pemicu sebenarnya kulit kering adalah, kurangnya asupan air dalam tubuh yang idealnya dua liter sehari.

"Jika kebutuhan air sekitar delapan gelas terpenuhi, maka tidak ada masalah bagi kesehatan kulit. Justru di bulan puasa kulit akan terlihat lebih glowing dan bersih, karena pada bulan puasa kebanyakan muslim menjadi lebih sering salat baik wajib maupun sunat," kata dokter spesialis kulit RS Hasan Sadikin, Kartika.

Kartika menyatakan saat cuaca kemarau, semakin sering kulit terkena air maka kulit akan terlihat semakin segar dan bersih.



Sumber : Liputan6

Buka Puasa dengan Air Putih dan Kurma, Ini Manfaatnya

Menenggak air putih lalu menyantap kurma merupakan salah satu cara baik untuk berbuka puasa. Air putih berfungsi membuat tubuh terhidrasi sementara kurma membantu memulihkan kadar gula dan garam dalam tubuh.

Ada beberapa alasan lain yang mengungkapkan sebaiknya berbuka puasa dengan kurma. Melansir dari Health24, Minggu (28/5/2017) berikut manfaat berbuka puasa dengan kurma:






1. Mudah dicerna

2. Menurunkan rasa lapar dan mencegah makan berlebih

3. Sebagai makanan 'pemanasan' setelah perut kosong belasan jam.

4. Mencegah konstipasi akibat waktu makan yang berubah.

Tidak disarankan berbuka dengan makanan yang digoreng, tinggi gula dan lemak. Makanan yang digoreng selain memang tidak sehat untuk tubuh, gorengan membawa efek yang tidak baik untuk saluran tenggorokan dan pencernaan, terutama mereka yang seharian mengosongkan perutnya.



Sumber : Liputan6

Puasa Ramadhan, Waktu yang Tepat Atasi Kecanduan

Berpuasa Ramadhan tak hanya berdampak positif pada kehidupan spiritual kita saja, melainkan juga bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Puasa terbukti mampu menurunkan kadar gula darah, menggunakan simpanan lemak sebagai energi, dan menghilangkan racun berbahaya.

Berikut manfaat puasa Ramadhan yang salah satu di antaranya adalah mengatasi kecanduan, seperti dilansir dari laman Vogue Arabia, Senin (29/5/2017).




1. Mengurangi nafsu makan

Turun berat badan hanyalah 'bonus' dari puasa Ramadan. Berkurangnya konsumsi makan sehari-hari ketika puasa Ramadhan membuat perut menyusut secara perlahan. Itu artinya porsi makan pun ikut menyusut karena Anda akan cepat merasa kenyang.

2. Menurunkan kadar kolesterol
Tim kardiolog di UAE menemukan, individu yang berpuasa di Bulan Ramadhan cenderung mengalami penurunan kadar kolesterol dalam darah.

Kadar kolesterol yang turun meningkatkan kesehatan kardiovaskular sehingga mengurangi risiko penyakit jantung, serangan jantung, atau stroke. Bila Anda tetap menjalankan pola makan sehat selepas Ramadhan, Anda akan lebih mudah menjaga kadar kolesterol tetap normal.

3. Mengatasi kecanduan
Kecanduan atau kebiasaan buruk bisa muncul dalam berbagai bentuk. Ramadhan merupakan momen yang tepat untuk mengatasinya.

Ketika Anda berhenti melakukan kebiasaan seperti misalnya merokok atau mengudap makanan manis, tubuh secara perlahan akan terbiasa dengan hal itu hingga kebiasaan Anda pun akan memudar secara alami.

Mengutip Qatar Tribune, Dr. Ahmad Al Mulla, kepala klinik berhenti merokok di Hamad Medical Corporation, juga mendukung individu yang menggunakan Ramadhan sebagai ajang berhenti merokok.

"Rokok mengandung lebih dari 45 zat beracun yang bisa menyebabkan kanker. Berolahraga, minum banyak air setelah berbuka, dan menghabiskan sedikit waktu dengan teman-teman atau anggota keluarga yang merokok bisa membantu mengurangi keinginan untuk merokok," ujarnya.

4. Memerangi depresi
Saat puasa Ramadhan, keluarga menjadi lebih sering berkumpul untuk sahur, berbuka, dan beribadah bersama. Kondisi tersebut terbukti mampu memberi dampak positif terhadap kesehatan mental.

"Melakukan puasa bersama-sama membuat keluarga serta lingkungan sosial menjadi lebih dekat," ujar psikolog Susan Jones. "Ini kerap kali membantu individu yang mengalami depresi dan kesepian menjadi teryakinkan bahwa mereka tak sendirian," lanjutnya.

5. Detoks tubuh
Saat berpuasa, pola makan jadi berubah. Ada beberapa jenis makanan yang biasa kita makan sehari-hari jadi tidak lagi dikonsumsi ketika Ramadhan. Sebaliknya, asupan makanan dan gizi seimbang jadi lebih diperhatikan.

Tidak makan dan minum selama lebih dari setengah hari juga membantu tubuh menggunakan cadangan lemak yang biasanya menumpuk menjadi energi. Ini membantu tubuh melepaskan zat-zat beracun dari timbunan lemak yang selama ini tersimpan.



Sumber : Liputan6

Minggu, 28 Mei 2017

9 Tips agar Tubuh Tetap Sehat Saat Puasa Ramadhan

Saat puasa Ramadan, ada beberapa keluhan kesehatan yang kerap menghampiri, seperti sembelit dan dehidrasi. Keluhan tersebut biasanya muncul karena kurang asupan serat, air, serta terlalu banyak mengonsumsi makanan yang digoreng. 

Agar puasa Anda tahun ini lancar dan tubuh tetap sehat, tak ada salahnya coba menerapkan saran dosen serta ahli diet dari International Medical University Malaysia, Jamilah Binti Abd Jamil yang dikutip dari laman Ramadan.co.uk, Kamis (25/5/2017).



 



1. Jangan lewatkan sahur

Tidak sedikit orang yang melewatkan sahur agar bisa tidur lebih lama. Melewatkan sahur tidak dianjurkan sama sekali. Makanlah yang benar saat sahur dengan mengonsumsi biji-bijian, kacang-kacangan, sayuran dan buah-buahan untuk memenuhi kebutuhan serat. Serta jangan lupa minum agar terhidrasi sepanjang hari.

2. Konsumsi kurma saat berbuka

Biasakan menyantap satu sampai tiga butir kurma dan meminum segelas air putih terlebih dahulu begitu adzan Maghrib berkumandang. Jangan langsung menyantap makanan besar setelah kelaparan sepanjang hari, karena biasanya Anda malah akan mengonsumsi lebih banyak kalori.

3. Penuhi kebutuhan cairan

Enam puluh persen tubuh kita terdiri dari air, dan kita membutuhkan jumlah yang sama dengan air yang terbuang saat kita berpuasa. Untuk itu minumlah teratur di malam hari dan selama sahur, guna membantu kita tetap waspada dan terhidrasi.

4. Pilih karbohidrat kompleks, bukan karbohidrat sederhana

Karbohidrat sederhana dipecah sangat cepat oleh tubuh untuk digunakan sebagai energi. Sedangkan karbohidrat kompleks seperti beras merah, gandum, oat, dan beras hitam membuat kita kenyang lebih lama.

Makan makanan seimbang

5. Makan makanan seimbang

Pastikan piring kita memenuhi semua kelompok makanan yang diperlukan, tapi tidak dalam kadar yang berlebihan. Misalnya saja nasi merah, ayam, tahu, tempe, sayuran, buah-buahan, dan segelas air putih. Tiga keluhan yang kerap terjadi di bulan Ramadan tidak akan kita rasakan.

6. Hindari kafein

Kafein bersifat diuretik yang membuat kita lebih sering buang air kecil, sehingga cairan dalam tubuh cepat hilang. Cobalah mengurangi minuman berkafein secara berlebihan selama bulan Ramadan.

7. Hindari minuman manis

Tanpa disadari, minuman manis yang kita jumpai lalu kita konsumsi secara rutin di bulan Ramadan telah memenuhi 1.000 kalori yang dibutuhkan tubuh per hari.

Ingat, agar terhindar dari kenaikan berat badan selama puasa, energi yang dikeluarkan harus lebih banyak daripada energi yang masuk. Lebih baik minum segelas air putih atau infused water agar mendapatkan manfaatnya.

8. Lihat Al-Quran

Jamilah menyarankan kita melihat ayat-ayat di Al-Quran apabila tidak yakin makanan apa saja yang baik disantap saat berpuasa. Di situ disebutkan, Rasullah SAW selalu mengonsumsi susu, kurma, domba, dan gandum agar tubuhnya tetap sehat selama berpuasa. Tentunya, diimbangi dengan buah-buahan seperti zaitun, mentimun, buah ara, anggur, dan lentil.

Demikian juga dengan ikan. Islam memperbolehkan kita menyantap ikan, dan wajib memasukkannya ke dalam menu harian.

9. Tidur yang cukup

Karena kita akan bangun untuk sahur, usahakan untuk tidur lebih cepat dari biasanya. Misalnya sesudah sholat taraweh. Sebab, kurang tidur memengaruhi kinerja otak  dan dapat menyebabkan sejumlah penyakit dalam jangka panjang, serta risiko obesitas mengintai.



Sumber : Liputan6

Habis SAHUR Suka Langsung Tidur..? Ternyata Tidak Baik Loh Untuk Kesehatan

Umat Muslim yang melakukan ibadah puasa terbiasa melakukan santap sahur pada dini hari, yakni sekitar pukul 3 atau 4 pagi. Di hari biasa, kita biasanya masih terlelap dengan nyenyak pada jam-jam tersebt sehingga setelah kita makan sahur, rasa mengantuk pun biasanya akan langsung melanda. Kebanyakan orang akan langsung menuruti rasa kantuk ini dan memilih untuk tidur setelah sahur. Sayangnya, menurut pakar kesehatan, hal ini ternyata tidak baik bagi kesehatan.




Pakar kesehatan Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH yang merupakan konsultan penyakit lambung dan pencernaan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menyebutkan bahwa kebiasaan langsung tidur setelah santap sahur ternyata bisa menyebabkan asam lambung kembali ke kerongkongan dan menyebabkan gangguan kesehatan layaknya refluks asam lambung. Meskipun terlihat sepele, jika refluks asam lambung ini dibiarkan begitu saja, bisa jadi hal ini akan berlanjut menjadi masalah kesehatan yang lebih serius atau bahkan komplikasi.

Menurut dr. Ari, GERD atau gastroesophageal reflux disease ternyata termasuk dalam penyakit paling sering muncul di seluruh dunia. Setidaknya 10 hingga 20 persen orang dewasa di muka bumi ini pernah mengalami penyakit ini. Bagi mereka yang berpuasa, masalah kesehatan ini bisa muncul karena banyak dari mereka yang kurang tidur namun tetap bangun untuk melakukan santap sahur. Setelahnya, rasa kantuk pun akan melanda dan akhirnya mereka kembali tidur. Padahal, ada baiknya kita memberikan jeda sekitar dua jam antara waktu makan dan tidur.

Gejala dari penyakit GERD sendiri biasanya adalah sensasi terbakar pada dada yang disebut sebagai heartburn, peningkatan produksi air liur, masalah bau mulut, sakit telinga, serta nyeri pada dada. Tak hanya itu, GERD juga bisa memicu suara serak, radang pada tenggorokan, hingga batuk kering kronis. Melihat betapa buruknya gejala dari masalah kesehatan ini, ada baiknya memang kita tidak lagi langsung tidur setelah makan sahur.




Sumber : doktersehat

Sabtu, 27 Mei 2017

Menurut Penelitian, Puasa Ramadhan Bisa Membuat Awet Muda

 Sudah banyak penelitian yang menunjukkan berbagai manfaat yang bisa kita dapatkan bagi kesehatan tubuh dengan melakukan puasa di bulan suci Ramadhan. Penelitian terbaru bahkan menunjukkan fakta dimana melakukan ibadah puasa ini bisa membuat kita awet muda. Bagaimana hal ini bisa terjadi?




Dalam penelitian yang dilakukan oleh Duke University ini, setidaknya ada 220 orang dengan usia rata-rata 38 tahun yang dilibatkan. Semua partisipan ini memiliki berat badan yang sehat dan ideal. 145 orang diantaranya diminta untuk mengkonsumsi kalori harian yang dibatasi hingga 25 persen dan sisanya dibiarkan untuk mengkonsumsi makanan harian dengan porsi yang seperti biasa. Para partisipan juga dicek kondisi fungsi jantungnya, sistem metabolisme pada tubuh, kondisi paru-paru, ginjal, hingga sistem kekebalan tubuhnya. Dari berbagai pengecekan kesehatan tersebut, didapatkanlah usia biologis atau usia internal pada peserta.

Dr. Daniel Belsky, penulis utama dari penelitian ini, menyebutkan bahwa setelah para partisipan melakukan pola makan tersebut dalam 12 bulan, diketahui bahwa partisipan yang membatasi asupan makanannya akan mengalami penambahan usia biologis 0,11 tahun saja, sementara itu, mereka yang tetap mengkonsumsi makanan seperti biasa akan mengalami penambahan usia biologis hingga 0,71 tahun.

Menurut dr. Belsky, mengubah pola makan ternyata bisa mengintervensi laju penuaan biologis menjadi lebih lambat. Salah seorang peneliti lainnya, dr. William Kraus, menyebutkan bahwa pembatasan asupan kalori memang bisa memperlambat proses penuaan sehingga bisa berimbas positif bagi kecantikan kita.

Mengingat berpuasa juga akan membuat kita membatasi asupan kalori dengan signifikan dalam waktu yang lama, maka tubuh pun akan memberikan reaksi pada pembatasan asupan kalori ini hingga mampu membuat proses penuaan pada tubuh semakin melambat. Kita pun akan menjadi lebih awet muda karenanya.




Sumber : doktersehat

Kenapa Harus Menahan Haus Saat Bepuasa? Yukk Ketahui Manfaatnya Untuk kita Semua

Aturan umum puasa untuk umat muslim saat Ramadan adalah menahan lapar dan haus. Bagi sebagian besar orang, menahan lapar itu mudah, namun tidak untuk menahan haus. Seperti yang diketahui banyak orang, tubuh terdiri dari 75% air, air begitu penting dikonsumsi setiap hari agar tubuh tidak dehidrasi.




Tapi mengapa puasa Ramadan mengharuskan Anda menahan haus? Anda pasti juga penasaran kan, karena itu hal yang sulit dilakukan? Seperti dikutip dari onislam.net, menahan haus dilakukan sebagai pengingat bahwa manusia sudah sepatutnya mengingat dan bersyukur akan apa yang selama ini ia terima dan didapatkan dari Tuhan (Allah).

Ini adalah efek dari puasa Ramadan dalam hal spiritual. Air adalah benda yang secara cuma-cuma diberikan untuk bisa menghidupi manusia. Coba saja hitung berapa banyak Anda membutuhkan air, untuk mandi, mencuci, memasak, minum dan lain sebagainya tidak ada habisnya.

Intinya, manusia butuh air. Nah, dengan cara berpuasa, manusia jadi belajar menghargai, mengerti dan bersyukur akan air dan segala hal yang didapatkan secara gratis buat mereka. Menahan haus juga membuat manusia mengerti bagaimana rasanya penderitaan orang-orang yang mengalami kelaparan dan kehausan.

Melakukan puasa menahan haus dan lapar akan melatih simpati dan empati batin untuk tetap memiliki belas kasih untuk makhluk Tuhan lainnya. Bahkan Anda jadi lebih bersyukur saat turun hujan, karena hujan adalah berkah, bukan suatu hal yang mengganggu kehidupan Anda.

Bayangkan saja, jika tidak ada air di dunia ini? Anda pikir Anda bisa hidup lama di dunia? Inilah esensi berpuasa menahan haus dan lapar, terutama menahan haus.




Sumber : doktersehat

Rabu, 24 Mei 2017

Tips Cara Melatih Anak Berpuasa Di Bulan Ramadhan

Puasa di bulan Ramadhan hukumnya wajib bagi kaum muslim yang sudah baliq. Tidaklah mudah menjalankan puasa untuk pertama kali, apalagi untuk anak-anak. Untuk itu ada baiknya jika kita dapat mengajarkan puasa pada anak sejak dini. Berikut beberapa tips mendidik anak untuk berpuasa di bulan Ramadhan.




Makan saat berbuka jangan sampai kekenyangan karena akan membuat perut sakit sehingga anak menjadi trauma. Makanlah secara bertahap. Misalnya setelah sholat magrib lalu dilanjutkan setelah sholat isya.
 
Saat berbuka puasa, mulailah dengan memakan atau minum yang manis seperti buat kurma atau teh manis. Dianjurkan untuk minum yang hangat tidak dingin (es).

Berikan motivasi dan penghargaan kepada anak-anak jika mereka berhasil berpuasa satu hari penuh. Penghargaan tidak harus berupa tambahan uang saku tapi bisa juga dengan memberikan menu spesial kesukaan anak saat berbuka.

Di siang hari jika anak kita merasa lapar dan tidak bisa menahan lapar, biarkan mereka makan lalu dilanjutkan puasanya sampai waktu berbuka.

Tidak memberikan vitamin penambah nafsu makan saat sahur karena dapat membuat anak cepat lapar.

Berikan minuman yang mengandung gula seperti teh manis, susu, atau jus buah. Karena gula mudah larut dan diserap oleh tubuh sehingga dapat dengan cepat digunakan sebagai sumber energi.

Tingkatkan konsumsi makanan yang mengandung lemak untuk membantu menghindari rasa lapar dan serat untuk memperlancar buang air besar.

Buat suasana saat sahur menyenangkan buat anak karena pada saat ini anak masih terasa sangat mengantuk.

Menu makanan sahur dibuat sesuai dengan kesukaan anak, tentunya dengan mengutamakan kandungan gizi, karbohidrat dan nutrisi yang cukup. Ini untuk merangsang anak agar mau makan sahur.

Ajaklah anak-anak kita sahur bareng bersama keluarga, ini untuk membiasakan diri agar mereka dapat memahami waktu sahur. Pastikan untuk selalu melakukan sahur agar mendapatkan sumber energi.




Sumber : doktersehat

Manfaat Berpuasa Bagi Penderita Masalah Diabetes Mellitus

Datangnya bulan ramadhan ternyata disambut oleh sangat baik bagi banyak kalangan, khususnya dari dunia kesehatan. Jika banyak masyarakat awam yang menganggap jika puasa bisa membuat lapar dan haus dan berpotensi membuat sakit, pakar kesehatan justru berkata sebaliknya. Puasa bisa memberikan dampak positif bagi kesehatan tubuh. Bahkan, bagi para penderita diabetes mellitus dan ibu hamil, puasa adalah kabar baik bagi kondisi kesehatan mereka.




Pakar kesehatan dr. Ign Andhiartha Spd-KEMD dan juga dr Atik Purwitaningrum, SpOG menuturkan jika para penderita diabetes melitus dan juga ibu hamil adalah mereka yang harus melakukan kontrol secara teratur pada praktisi kesehatan untuk mengetahui apakah kondisi kesehatannya baik atau tidak. Selain itu, kedua kelompok orang ini juga harus melakukan pola makan yang sehat, atau bahkan berpuasa demi kesehatannya. Dengan datangnya bulan ramadhan, otomatis para ibu hamil dan penderita diabetes mellitus akan mampu mengendalikan gula darahnya lebih baik. dr. Andhiarta sendiri menyebutkan jika saat dimana para penderita diabetes berada dalam kondisi yang paling sehat dan terkendali gula darahnya adalah saat bulan puasa.

Hanya saja, penderita diabetes yang ingin berada dalam kondisi paling sehat tentu saja harus mengendalikan gaya hidupnya dengan lebih sehat, rutin melakukan olahraga, hingga rajin melakukan pengecekan gula darah dan mengkonsumsi obat. Asalkan penderita diabetes bukanlah yang memiliki komplikasi berat atau diabetes tipe 1, maka bulan puasa bisa menjadi solusi bagi mereka yang ingin mengatur pola makan dengan lebih baik dan mengendalikan kadar gula darah serta tekanan darah dengan efektif.

Bagi ibu hamil sendiri yang biasanya membutuhkan asupan 2.200 hingga 2.300 kalori per hari, berpuasa tentu akan menjadi dilema karena takut kandungannya terpengaruh saat merasa lapar atau haus di siang hari. Padahal, selama ibu hamil bisa menjaga asupan tersebut dan tidak mengalami dehidrasi, kandungannya akan cenderung aman-aman saja. Ibu hamil sebaiknya berkonsultasi dengan dokter mengenai kondisi kesehatannya sehingga bisa mendapatkan tips terbaik untuk berpuasa yang akan menyehatkannya.




Sumber : doktersehat

Suka BerMalas-Malasan Saat Berpuasa...!!! Bisa Berimbas Pada Masalah Susah BAB Loh

 Pada bulan puasa, tidur bahkan dianggap sebagai sebuah ibadah. Sayangnya, banyak orang yang terlalu menyeriusi hal ini sehingga pada akhirnya mereka hanya malas-malasan dan tiduran sepanjang hari sambil menunggu waktu berbuka tiba. Meskipun dalam kenyataannya puasa memang menyehatkan tubuh, berpuasa yang hanya dilakukan dengan malas-malasan dan tidak aktif bergerak ternyata bisa berimbas pada masalah pencernaan, khususnya masalah buang air besar. Bagaimana hal ini bisa terjadi?




Pakar kesehatan menyebutkan jika memang berpuasa harus disikapi dengan aktivitas harian yang berbeda dan lebih berhati-hati. Namun, bukan berarti kita hanya bermalas-malasan saja seharian. Puasa akan memberikan efek menyehatkan tubuh jika kita tetap mengadopsi gaya hidup yang sehat. Jika kita kurang bergerak, maka sitem-sistem metabolisme tubuh juga akan cenderung kurang aktif. Hal inilah yang membuat kita bisa mengalami susah BAB selama bulan puasa.

Selain tetap bergerak aktif, kita juga harus menjaga pola makan kita dengan lebih baik selama bulan puasa mengingat dalam 13 hingga 14 jam kita tidak akan mendapatkan asupan makanan dan minuman apapun, padahal suhu udara cukup panas. Hal pertama yang harus diingat adalah menejemen konsumsi air putih setiap hari. Banyak orang yang tanpa sadar akhirnya kurang asupan air putih harian pada bulan puasa dan hal ini juga bisa ikut berpengaruh pada kesehatan saluran pencernaan. Ingatlah untuk setidaknya memenuhi 8 gelas air putih setiap hari saat di malam hari.

Pemilihan menu makanan juga harus diperhatikan dengan seksama. Jika mampu, konsumsilah makanan kaya serat setiap kali makan malam dan santap sahur selain makanan yang kaya akan protein dan karbohidrat yang akan menjadi sumber energi saat kita berpuasa. Dengan banyak mengkonsumsi serat, proses pencernaan pun akan jauh lebih lancar. Ada baiknya kita juga mulai mengurangi konsumsi gorengan dan makanan dengan kandungan pati yang tinggi karena dikhawatirkan bisa memicu masalah pencernaan dan susah BAB.



Sumber : doktersehat